Kesehatan

Manfaat dan Takaran Dosis Vitamin A


Vitamin A adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam perkembangan dan kinerja berbagai organ, seperti mata, kulit, pertumbuhan, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan, seperti hati, susu, keju, yogurt, telur, melon, mangga, bayam, wortel, dan minyak ikan laut.

Fungsi utama suplemen vitamin A adalah untuk mencegah dan mengobati kekurangan vitamin A. Penderita diabetes, hipertiroidisme, dan penyakit hati adalah contoh orang yang biasanya menderita kekurangan vitamin A. Suplemen vitamin A tersedia dalam berbagai merek yang dapat dibeli secara bebas di apotek.

Untuk memenuhi kecukupan asupan vitamin A nasional, Pemerintah Indonesia menjalankan program pemberian kapsul vitamin A setiap tahun untuk anak berusia 6 hingga 59 bulan yang diberikan secara gratis. Pemberian kapsul vitamin A diberikan setiap bulan Februari dan Agustus di Puskesmas dan Posyandu. Ada dua jenis kapsul, yaitu kapsul biru (100.000 IU dosis vitamin A) untuk bayi berusia 6 hingga 11 bulan dan kapsul merah (200.000 dosis IU vitamin A) untuk anak usia 12 hingga 59 bulan dan ibu di masa nifas. Pemberian vitamin dosis tinggi dapat mengurangi risiko kematian akibat campak pada anak di bawah usia 2 tahun.

Merek Dagang: Berry Vision, Elsazym Untuk Anak-Anak, Liprolac, Matovit, Navitae, Opibright, QV, Sahne, Vitalipid N Dewasa / Vitalipid N Bayi

Tentang Vitamin A

  • Grup Vitamin
  • Kategori dan resep obat gratis
  • Manfaat mencegah dan mengobati kekurangan vitamin A
  • Dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak
  • Bentuk obat Kapsul, tablet, obat cair

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau sedang menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin A, kecuali ditentukan oleh dokter. Vitamin A dosis tinggi berpotensi menyebabkan cacat lahir.
  • Konsumsi vitamin A yang berlebihan dapat meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada wanita lanjut usia.
  • Jika alergi atau overdosis terjadi, segera temui dokter.

Dosis:

Takaran  per hari dalam
Satuan Internasional (IU)

  • 0-6 dalam 1300
  • 7-12 pada tahun 1700
  • 1-3 tahun 1000
  • 4-8 dalam 1300
  • 9-13 2000
  • Laki-laki> 14 tahun 3000
  • Wanita> 14 tahun 2300

Konsumsilah Vitamin A dengan Benar

Gunakan suplemen vitamin A sesuai dengan informasi pada kemasan atau saran dokter. Hindari mengonsumsi lebih dari 1 jenis suplemen vitamin untuk menghindari overdosis dan efek samping yang serius.

Saat mengambil suplemen ini dalam bentuk cair, Anda harus menggunakan sendok ukur atau gelas khusus yang termasuk dalam paket. Jangan gunakan sendok makan biasa karena dosisnya mungkin berbeda.

Wanita hamil tidak boleh mengonsumsi suplemen vitamin A (termasuk minyak ikan), kecuali diresepkan oleh dokter. Vitamin A dosis tinggi berpotensi menyebabkan cacat lahir. Demikian pula jika Anda makan terlalu banyak makanan kaya vitamin A seperti hati.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin A, disarankan segera melakukannya jika dihentikan sementara dengan jadwal konsumsi selanjutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.

Interaksi Vitamin A dengan Obat Lain

Ada sejumlah obat yang berpotensi menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin A. Beberapa di antaranya adalah:

  • Orlistat yang biasanya digunakan untuk membantu Anda menurunkan berat badan.
  • Pil KB.
  • Obat pengencer darah, misalnya warfarin.
  • Bexarotene, retinoid yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Cholestyramine, obat yang berfungsi meningkatkan pelepasan asam empedu.
  • Acitretin, retinoid yang digunakan dalam mengobati psoriasis parah.
  • Tretinoin, obat untuk mengobati jerawat.
  • Isotretinoin, retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat kistik parah.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Vitamin A

Jika dikonsumsi dengan dosis yang dianjurkan, vitamin A tidak akan berbahaya. Namun, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis (terutama pada wanita lanjut usia) dan menyebabkan beberapa efek samping lain seperti:

  • Diare.
  • Penglihatan kabur.
  • Mengantuk dan kelelahan.
  • Lemas.
  • Uring-uringan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Rambut rontok.
  • Sakit perut.
  • Kulit dan bibir kering dan pecah-pecah.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil atau volume urin, terutama di malam hari.
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button