Kesehatan

Penyebab dan Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Tantrum adalah suatu kondisi ketika seorang anak meluap emosinya dengan menangis keras, berguling-guling di lantai, dan melempar sesuatu. Kondisi ini pasti membuat Ibu stres dan bingung. Tapi Tenang, Bun. Kondisi ini normal dan merupakan bagian dari proses perkembangan anak.

tantrum pada anak

Tantrum biasanya dialami oleh anak-anak berusia 1-4 tahun. Saat anak Anda mengamuk, Anda jangan panik dan terbawa emosi. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi Tantrum pada anak.

Penyebab Tantrum pada Anak

Tantrum pada umumnya disebabkan oleh kemampuan bahasa anak yang terbatas untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa melampiaskan emosinya dengan menggeliat, menjerit, menangis, menjerit, dan menginjak kedua kaki dan tangan di lantai.

Selain itu, Tantrum juga bisa menjadi tempat bagi anak-anak untuk mengamati dan mengenali cara mendapatkan keinginan mereka. Misalnya, ketika seorang anak mengamuk untuk mendapatkan sesuatu dan Ibu menuruti keinginannya, dia akan mengulangi jalannya nanti. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi kebiasaan buruk bagi anak Anda.

Tanda tanda Tantrum pada Anak yang tidak wajar

1. Memiliki frekuensi sering mengamuk

Anak-anak yang belum sekolah akan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama anggota keluarga. Catat jika dia mengalami Tantrum sekitar 10 hingga 20 kali sebulan di rumah, atau lebih dari 5 kali Tantrum yang terjadi selama beberapa hari. Jika bayi Anda mengalami tanda-tanda ini, ia mungkin berisiko mengalami masalah kejiwaan yang serius.

2. Mengamuk untuk waktu yang lama

Tantrum anak dalam waktu singkat dapat membuat orang tua pusing, terutama jika anak mengamuk dalam waktu yang lama, misalnya hingga 20 atau bahkan 30 menit. Jika anak memang memiliki kelainan mental, maka durasi tantrum akan lebih lama dan konstan dibandingkan dengan anak normal.

Misalnya, pada anak normal, ia akan mengamuk di jam pertama dan periode Tantrum berikutnya hanya 20-30 detik. Namun, jika anak Anda memiliki masalah dengan kesehatan mental, maka ia akan mengamuk selama 25 menit dan tidak berhenti. Jadi, ketika ia mengamuk waktu berikutnya akan memakan waktu 25 menit atau lebih.

3. Saat mengamuk, berulang kali lakukan kontak fisik dengan orang lain

Tidak jarang ketika anak Anda mengalami Tantrum untuk menendang atau bahkan memukul orang yang paling dekat dengannya. Tantrum pada anak-anak yang abnormal dapat dinilai dengan melihat perilakunya ketika sedang mengamuk.

Jika Anda sering melakukan kontak fisik seperti memukul, mencubit atau bahkan menendang orang di sekitar Anda, maka hal ini di luar batas. Bahkan dalam beberapa kasus, keluarga lebih suka melindungi diri mereka sendiri karena kesulitan meredakan amarah anak. Waspadai hal ini, karena ini bisa menjadi tanda bahwa anak Anda memiliki gangguan pada dirinya.

4. Marah dan melukai diri sendiri

Jika anak Anda marah dan mengamuk untuk melukai dirinya sendiri, maka itu adalah tanda bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan mental tertentu. Pada beberapa anak dengan depresi berat, ia akan cenderung menggigit, mencakar, membenturkan kepala ke dinding, dan bahkan menendang berbagai perbedaan di sekitarnya ketika ia marah.

5. Tidak bisa menenangkan diri

Sebagian besar “episode” mengamuk ditujukan karena anak ingin mendapatkan lebih banyak perhatian dari Anda apakah itu karena dia lapar, lelah, atau menginginkan objek tertentu. Si kecil cenderung tidak bisa menenangkan diri setelah melampiaskan emosinya. Jadi, Anda dituntut untuk bisa menenangkan anak Anda setelah mengalami Tantrum.

Tetapi harus diingat, jangan lakukan ini setiap kali seorang anak merengek hebat atau anak Anda akan selalu bertindak seperti ini untuk pencapaian hal-hal yang mereka inginkan.

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Tantrum pada anak-anak tidak boleh dibiarkan berlanjut karena bisa menjadi kebiasaan buruk dan mempengaruhi perkembangannya di kemudian hari. Ibu dapat mencoba menghentikan Tantrum pada anak-anak dengan melakukan cara-cara berikut:

1. Tetap tenang
Ketika seorang anak mengamuk, Ibu harus tetap tenang dan tidak berteriak balik atau memaksa anak itu untuk menghentikan amarahnya. Sikap yang tenang akan membuat Tantrum Kecil Anda lebih mudah diatasi. Ibu juga dapat mengundang Little ke tempat yang lebih tenang dan tenang untuk menenangkan emosinya.

2. Cari tahu penyebab ulah
Berbagai hal dapat menjadi penyebab kemarahan pada anak, seperti keinginan yang tidak terpenuhi atau rasa lapar dan kantuk yang sulit diungkapkan. Jika anak tidak dapat berbicara, salah satu cara untuk mengenali penyebabnya adalah dengan bertanya langsung, “Apakah Anda lapar?” Atau “Apakah kamu masih mengantuk?” Anak itu mungkin mengangguk atau menggelengkan kepalanya. Jika penyebab kemarahan anak diketahui, Bunda akan lebih mudah diatasi.

3. Alihkan perhatian Si Kecil
Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal-hal baru. Ibu dapat menggunakan ini untuk mengalihkan perhatiannya selama ulah. Misalnya, Ibu bisa memberikan mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau memberikan camilan favoritnya ketika anak itu berteriak, marah, atau terlihat cerewet.

4. Jangan memukul anak
Saat anak Anda mengamuk, jangan pukul atau jepit. Sebaliknya, Ibu bisa memeluk atau mencium Little untuk menenangkan emosinya. Selain menenangkan, pelukan dan ciuman juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan mencintai mereka.

Jika kemarahan pada anak-anak muncul terlalu sering, atau membuat mereka menyakiti diri sendiri atau orang lain, Anda harus berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk membahas perilaku dan keadaan yang terjadi dalam keluarga. cara untuk mengatasinya.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button